Manusia dan Pandangan Hidup
Nama : Bayu Fadjar Pratama
NPM : 11113663
Kelas : 1KA01
Dalam kehidupan Manusia,mereka masing-masing mempunyai pandangan hidup sendiri sendiri yang berbeda namun juga bisa jadi sama sattu dengan yang lainnya. Pandangan hidup menurut penulis adalah suatu hal yang menjadi acuan dalam menjalani hidup sehari-hari. Dalam berpandangan hidup,ada beberapa macam-macam sumbernnya
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada Negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya ,pandangan hidup yang berasal dari agama/hidup muslim
Dari pandangan hidup tersebut,dapat berkembang menjadi suatu ideologi atau menjadi suatu keyakinan yang dia miliki dan dia jalani. Dalam bidang Muslim,pandangan hidup yang mereka ambil adalah pandangan hidup yang berasal dari kisah-kisah teladan Nabi dan tentunnya Al-Quran sebagai Kitab suci mereka,pedoman mereka.
Pandangan hidup juga bisa jadi salah satu nilai untuk meraih cita-cita yang kita impikan. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya. Bagi sebagian orang,cita-cita adalah tujuan hidup dan sebagian lagi berfikir kalau hal tersebut hanya mimpi belaka. Orang yang menganggap cita-cita sebagai tujuan hidup maka menganggap bahwa cita-cita tersebut akan menjadi pondasi mereka dalam menjalani hidup,sama halnya dengan berpandangan hidup. Untuk menjalankan cita-cita tersebut membutuhkan perjuangan karena terkadang dalam menjalaninya banyak sekali rintangan yang dapat membuat menjadi jauh dari tujuan utama cita-cita kita. Memang bukan hal yang mudah dalam menjalani jalan untuk mencapai cita-cita kita namun selayaknya harus diperjuangkan. Yang terpenting selain Perjuangan adalah keyakinan bahwa memang kita bisa dalam menggapai cita-cita tersebut.
Thursday, July 17, 2014
Monday, July 14, 2014
Manusia dan keadilan - Tugas Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Keadilan
Nama : Bayu Fadjar Pratama
NPM : 11113663
Kelas : 1KA01
Keadilan sering kali menjadi isu yang penting dikalangan manusia. Dari beberapa sumber yang saya cari keadilan lebih tepatnya adalah keadaan yang sesuai bagi orang yang terlibat. Sebagai contoh adalah ada dua orang anak si A dan si B. si A menggunakan mobil untuk kekampus sementara si B menggunakan motor untuk kekampus. Namun uang jajan mereka sama,seharga 600rb perbulan padahal si A jarak rumah lebih jauh dari si B sehingga membutuhkan uang bensin yang lebih banyak dari B. Hal tersebut menunjukan bahwa adil bukanlah harus sama tapi adil adalah keadaan yang sesuai untuk mereka berdua berdasarkan kondisi yang nyata adanya.
Dalam Pancasila,keadilan juga menjadi salah satu sila dari Pancasila. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” merupakan sila ke-5 dalam Pancasila. Keadilan sosial disini jika saya cari dari berbagai sumber di internet,dijabarkan menjadi 5 keadilan sosial berdasarkan sikap dan perbuatan. Hal-hal tersebut ialah :
1. Perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan suasana gotong royong
2. Sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain
3. Sikap suka memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai karya orang lain yang bermanfaat bagi manusia
6.
Keadilan tersebut tidak hanya berlaku di dunia namun juga sangat berlaku di Akhirat nanti. Pada hari perhitungan,semua kegiatan,semua yang kita lakukan di dunia akan diperhitungkan oleh Tuhan. Entah kita masuk surga atau masuk neraka. Sehingga jika ada beberapa perilaku kejahatan yang belum mendapat keadilan di dunia,maka dia pasti akan menerima ganjarannya,menerima pembalasannya di akhirat nanti sebagai wujud keadilan yang belum ia terima di dunia.
Nama : Bayu Fadjar Pratama
NPM : 11113663
Kelas : 1KA01
Keadilan sering kali menjadi isu yang penting dikalangan manusia. Dari beberapa sumber yang saya cari keadilan lebih tepatnya adalah keadaan yang sesuai bagi orang yang terlibat. Sebagai contoh adalah ada dua orang anak si A dan si B. si A menggunakan mobil untuk kekampus sementara si B menggunakan motor untuk kekampus. Namun uang jajan mereka sama,seharga 600rb perbulan padahal si A jarak rumah lebih jauh dari si B sehingga membutuhkan uang bensin yang lebih banyak dari B. Hal tersebut menunjukan bahwa adil bukanlah harus sama tapi adil adalah keadaan yang sesuai untuk mereka berdua berdasarkan kondisi yang nyata adanya.
Dalam Pancasila,keadilan juga menjadi salah satu sila dari Pancasila. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” merupakan sila ke-5 dalam Pancasila. Keadilan sosial disini jika saya cari dari berbagai sumber di internet,dijabarkan menjadi 5 keadilan sosial berdasarkan sikap dan perbuatan. Hal-hal tersebut ialah :
1. Perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan suasana gotong royong
2. Sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain
3. Sikap suka memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai karya orang lain yang bermanfaat bagi manusia
6.
Keadilan tersebut tidak hanya berlaku di dunia namun juga sangat berlaku di Akhirat nanti. Pada hari perhitungan,semua kegiatan,semua yang kita lakukan di dunia akan diperhitungkan oleh Tuhan. Entah kita masuk surga atau masuk neraka. Sehingga jika ada beberapa perilaku kejahatan yang belum mendapat keadilan di dunia,maka dia pasti akan menerima ganjarannya,menerima pembalasannya di akhirat nanti sebagai wujud keadilan yang belum ia terima di dunia.
Wednesday, July 2, 2014
Manusia dan Penderitaan
Manusia dan Penderitaan
Nama : Bayu Fadjar Pratama
NPM : 11113663
Kelas : 1KA01
Kita sebagai manusia sering sekali diterjang oleh musibah,baik itu musibah yang kecil maupun yang besar. Pada umumnya apapun musibahnya bisa membawakan dampak yang bernama penderitaan. Penderitaan itu ialah keadaan menyedihkan yang harus kita tanggung. Biasanya hal ini terjadi karena kita melakukan kesalahan dalam suatu aktifitas ataupun memang musibah yang datang begitu saja.
Contoh dari aktifitas ialah ketika kita disuruh belajar dan kita tidak mau belajar,hasil akhirnya kita mendapatkan nilai yang jelek dan susah untuk mendaftarkan diri ke universitas yang baik,hal tersebut sangatlah menyedihkan karena universitas yang baik juga mempengaruhi penerimaan kerja kita. Alhasil kalau kita down,maka kita bisa bisa menjadi gelandangan dan menderita akibat kesalahan diri sendiri. Contoh lagi dari penderitaan yang diakibatkan musibah adalah bencana tsunami aceh. Hal tersebut memakan korban yang sangat banyak dan banyak pula keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Hal tersebut merupakan hal yang menyedihkan dan merupakan penderitaan yang dalam bagi pihak keluarga yang kehilangan.
Masa penderitaan itu tidak boleh kita alami terlalu lama,harus ada masa dimana kita bisa bangkit dari penderitaan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perjuangan atau bisa juga disebut upaya. Perjuangan yang kita lakukan menjadi proses kita untuk keluar dari masa penderitaan itu. Hal tersebut memang tidaklah mudah,namun harus diingat bahwa kita tidak boleh kalah dari penderitaan yang kita alami. Kita harus terus maju dan berupaya,memperjuangan yang terbaik untuk hari esok yang lebih baik lagi,jika tidak,kita akan merasa tersiksa dalam penderitaan. Siksaan yang dirasakan tentu saja siksaan batin karena merasa menderita sehingga janganlah sampai kita terlalu mudah untuk menderita,untuk menyerah
Nama : Bayu Fadjar Pratama
NPM : 11113663
Kelas : 1KA01
Kita sebagai manusia sering sekali diterjang oleh musibah,baik itu musibah yang kecil maupun yang besar. Pada umumnya apapun musibahnya bisa membawakan dampak yang bernama penderitaan. Penderitaan itu ialah keadaan menyedihkan yang harus kita tanggung. Biasanya hal ini terjadi karena kita melakukan kesalahan dalam suatu aktifitas ataupun memang musibah yang datang begitu saja.
Contoh dari aktifitas ialah ketika kita disuruh belajar dan kita tidak mau belajar,hasil akhirnya kita mendapatkan nilai yang jelek dan susah untuk mendaftarkan diri ke universitas yang baik,hal tersebut sangatlah menyedihkan karena universitas yang baik juga mempengaruhi penerimaan kerja kita. Alhasil kalau kita down,maka kita bisa bisa menjadi gelandangan dan menderita akibat kesalahan diri sendiri. Contoh lagi dari penderitaan yang diakibatkan musibah adalah bencana tsunami aceh. Hal tersebut memakan korban yang sangat banyak dan banyak pula keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Hal tersebut merupakan hal yang menyedihkan dan merupakan penderitaan yang dalam bagi pihak keluarga yang kehilangan.
Masa penderitaan itu tidak boleh kita alami terlalu lama,harus ada masa dimana kita bisa bangkit dari penderitaan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perjuangan atau bisa juga disebut upaya. Perjuangan yang kita lakukan menjadi proses kita untuk keluar dari masa penderitaan itu. Hal tersebut memang tidaklah mudah,namun harus diingat bahwa kita tidak boleh kalah dari penderitaan yang kita alami. Kita harus terus maju dan berupaya,memperjuangan yang terbaik untuk hari esok yang lebih baik lagi,jika tidak,kita akan merasa tersiksa dalam penderitaan. Siksaan yang dirasakan tentu saja siksaan batin karena merasa menderita sehingga janganlah sampai kita terlalu mudah untuk menderita,untuk menyerah
Tuesday, July 1, 2014
Manusia dan keindahan
Manusia dan Keindahan
Nama : Bayu Fadjar P
Kelas : 1KA01
NPM : 11113663
Keindahan menurut penulis adalah sesuatu yang membuat kita merasa senang dan merasa ceria. Namun sebenarnya Keindahan itu dapat pula membuat kita dalam jalur yang salah. Keindahan itu baik jika kita masih dalam takaran yang benar
Keindahan kadang pula dikaitkan pula dengan manusia. Manusia mempunya dua sisi keindahan,satu fisik dan satu lagi adalah non-fisik. Keindahan fisik adalah keindahan yang dapat kita lihat,seperti muka,dan badan. Kalau yang non-fisik adalah seperti perasaan dan pikiran. Manusia terkadang,sampai saat ini masih lebih suka keindahan fisik disbanding non-fisik. Itu adalah hal yang wajar bagi penulis karena apa yang kita lihat di awal adalah hal pertama yang menarik bagi kita namun perlu diingan bahwa keindahan fisik itu juga harus diimbangi dengan keindahan non-fisik. Terkadang kita suka lupa pada saat menyukai lawan jenis mengenai hal-hal non fisik tersebut.
Keindahan tidak pula hanya pada kasus menyukai lawan jenis tapi juga kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Ya,kepedulian kita antar sesame seperti saling tolong menolong,menjaga perdamain dan hal lainnya yang baik membuat dunia semakin indah. Setiap manusia mempunyai sifat dasar ini,saling tolong menolong. Bayangkan jika tidak ada perang di dunia ini,maka dunia akan damai sekali,bayangkan jika tidak ada perjanjian-perjanjian tertentu antar Negara,maka hal itu melambangkan bahwa ada perdamaian antar Negara yang tentu saja indah. Namun,kenyataannya tidak seperti itu. Perang ada dan perjanjian antar Negara itu ada maka tergantung dari diri kita masing-masing untuk membuat keindahan di dunia itu terjadi.
Nama : Bayu Fadjar P
Kelas : 1KA01
NPM : 11113663
Keindahan menurut penulis adalah sesuatu yang membuat kita merasa senang dan merasa ceria. Namun sebenarnya Keindahan itu dapat pula membuat kita dalam jalur yang salah. Keindahan itu baik jika kita masih dalam takaran yang benar
Keindahan kadang pula dikaitkan pula dengan manusia. Manusia mempunya dua sisi keindahan,satu fisik dan satu lagi adalah non-fisik. Keindahan fisik adalah keindahan yang dapat kita lihat,seperti muka,dan badan. Kalau yang non-fisik adalah seperti perasaan dan pikiran. Manusia terkadang,sampai saat ini masih lebih suka keindahan fisik disbanding non-fisik. Itu adalah hal yang wajar bagi penulis karena apa yang kita lihat di awal adalah hal pertama yang menarik bagi kita namun perlu diingan bahwa keindahan fisik itu juga harus diimbangi dengan keindahan non-fisik. Terkadang kita suka lupa pada saat menyukai lawan jenis mengenai hal-hal non fisik tersebut.
Keindahan tidak pula hanya pada kasus menyukai lawan jenis tapi juga kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Ya,kepedulian kita antar sesame seperti saling tolong menolong,menjaga perdamain dan hal lainnya yang baik membuat dunia semakin indah. Setiap manusia mempunyai sifat dasar ini,saling tolong menolong. Bayangkan jika tidak ada perang di dunia ini,maka dunia akan damai sekali,bayangkan jika tidak ada perjanjian-perjanjian tertentu antar Negara,maka hal itu melambangkan bahwa ada perdamaian antar Negara yang tentu saja indah. Namun,kenyataannya tidak seperti itu. Perang ada dan perjanjian antar Negara itu ada maka tergantung dari diri kita masing-masing untuk membuat keindahan di dunia itu terjadi.
Sunday, June 29, 2014
Tugas Ilmu Budaya Dasar Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dibumi ini diberkati suatu rasa yang tidak bisa lepas dari dirinya yaitu Cinta Kasih. Orang jahat pun di dunia ini pasti mempunya suatu Cinta Kasih dalam kasus khusus. Cinta,bisa dikatakan adalah suatu tingkat selanjutnya dari suatu perasaan. Menurut penulis,Cinta Kasih itu adalah sebuah keputusan,sebuah janji bahwa dia memberikan Cinta Kasihnya kepada orang lain. Seperti kutipan perkataan dari Erich Fromm dari bukunya The Art of Loving :
“Love is a decision, it is a judgment, it is a promise. If love were only a feeling, there would be no basis for the promise to love each other forever. A feeling comes and it may go. How can I judge that it will stay forever, when my act does not involve judgment and decision.”
Sebagai contoh mengapa penulis bilang bahwa cinta kasih itu sebuah keputusan dan juga bisa menjadi sebuah janji adalah paling hal terkecil adalah keluarga. Ya,keluarga. Bagaimanapun juga,sesulit apapun keadaan yang kamu alami dan kamu terima,keluargalah yang selalu ada didekat mu,dan pada dasarnya,saat kita terlahir dan bertemu keluarga mereka pertama kali,kita mempunya pemikiran mengambil suatu keputusan bahwa mereka orang yang harus kita cintai,kita sayangi karena mereka juga berpikir demikian dan berjanji untuk saling melindungi satu sama lain karena sebagai sebuah keluarga hal tersebut adalah natural.
Cinta kasih tidaklah juga antar keluarga tapi antar sekitar juga kita mempunyai rasa cinta kasih. Cinta bukanlah selamanya dalam simbol “Pacaran” namun Cinta kasih lebih luas lagi maknanya. Persahabatan merupakan suatu jalinan cinta kasih,dan juga kepedulian kita antar sesame juga merupakan cinta kasih. Hal yang pasti adalah,cinta kasih adalah suatu perasaan yang menimbulkan suatu sifat yang baik dan memberikan rasa gembira dan ceria antar sesame dan membuat kita menjadi “manusia”
Manusia dibumi ini diberkati suatu rasa yang tidak bisa lepas dari dirinya yaitu Cinta Kasih. Orang jahat pun di dunia ini pasti mempunya suatu Cinta Kasih dalam kasus khusus. Cinta,bisa dikatakan adalah suatu tingkat selanjutnya dari suatu perasaan. Menurut penulis,Cinta Kasih itu adalah sebuah keputusan,sebuah janji bahwa dia memberikan Cinta Kasihnya kepada orang lain. Seperti kutipan perkataan dari Erich Fromm dari bukunya The Art of Loving :
“Love is a decision, it is a judgment, it is a promise. If love were only a feeling, there would be no basis for the promise to love each other forever. A feeling comes and it may go. How can I judge that it will stay forever, when my act does not involve judgment and decision.”
Sebagai contoh mengapa penulis bilang bahwa cinta kasih itu sebuah keputusan dan juga bisa menjadi sebuah janji adalah paling hal terkecil adalah keluarga. Ya,keluarga. Bagaimanapun juga,sesulit apapun keadaan yang kamu alami dan kamu terima,keluargalah yang selalu ada didekat mu,dan pada dasarnya,saat kita terlahir dan bertemu keluarga mereka pertama kali,kita mempunya pemikiran mengambil suatu keputusan bahwa mereka orang yang harus kita cintai,kita sayangi karena mereka juga berpikir demikian dan berjanji untuk saling melindungi satu sama lain karena sebagai sebuah keluarga hal tersebut adalah natural.
Cinta kasih tidaklah juga antar keluarga tapi antar sekitar juga kita mempunyai rasa cinta kasih. Cinta bukanlah selamanya dalam simbol “Pacaran” namun Cinta kasih lebih luas lagi maknanya. Persahabatan merupakan suatu jalinan cinta kasih,dan juga kepedulian kita antar sesame juga merupakan cinta kasih. Hal yang pasti adalah,cinta kasih adalah suatu perasaan yang menimbulkan suatu sifat yang baik dan memberikan rasa gembira dan ceria antar sesame dan membuat kita menjadi “manusia”
Tugas Ilmu Budaya Dasar. Manusia dan Kesusastraan
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan
Nama : Bayu Fadjar Pratama
Kelas : 1KA01
NPM : 11113663
Sastra adalah suatu bentuk seni dalam penulisan. Ada berbagai banyak macam sastra yang ada dan berkembang di Indonesia,berikut ini adalah list zaman-zaman kesusastraan :
• Angkatan Pujangga Lama
• Angkatan Sastra Melayu Lama
• Angkatan Balai Pustaka
• Angkatan Pujangga Baru
• Angkatan 1945
• Angkatan 1950 - 1960-an
• Angkatan 1966 - 1970-an
• Angkatan 1980 - 1990-an
• Angkatan Reformasi
• Angkatan 2000-an
Dalam kesusastraan,terdapat unsur seni yang dapat menggambarkan keadaan yang sedang berkembang pada saat tersebut. Contohlah sastra pada masa Pujangga lama. Pada masa tersebut,bentuk sastra seperti syair, pantun, gurindam dan hikayat. Pada masa itu,karya sastra lebih diutamakan untuk persebaran agama,khususnya agama Islam yang pada masa itu sedang masuk ke Indonesia. Sastra pada masa Pujangga Lama berbeda pula pada masa 1945. Pada masa 1945,sastra yang bermunculan ada sastra yang berkaitan dengan nilai perjuangan. Tokoh yang terkenal pada masa itu contohnya adalah Chairil Anwar
Dari hal tersebut bisa dilihat bahwa seni yang ditunjukan adalah kondisi lingkungan atau sosial yang sedang dihadapi pada saat itu. Sastra merupakan suatu fasilitas untuk menyalurkan aspirasi pemikiran atau pandangan beberapa tokoh tentang segala aktifitas yang sedang dia atau lingkungannya alami. Budaya yang diambil adalah budaya penggunaan kata-kata ataupun majas majasnya
Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan
Nama : Bayu Fadjar Pratama
Kelas : 1KA01
NPM : 11113663
Sastra adalah suatu bentuk seni dalam penulisan. Ada berbagai banyak macam sastra yang ada dan berkembang di Indonesia,berikut ini adalah list zaman-zaman kesusastraan :
• Angkatan Pujangga Lama
• Angkatan Sastra Melayu Lama
• Angkatan Balai Pustaka
• Angkatan Pujangga Baru
• Angkatan 1945
• Angkatan 1950 - 1960-an
• Angkatan 1966 - 1970-an
• Angkatan 1980 - 1990-an
• Angkatan Reformasi
• Angkatan 2000-an
Dalam kesusastraan,terdapat unsur seni yang dapat menggambarkan keadaan yang sedang berkembang pada saat tersebut. Contohlah sastra pada masa Pujangga lama. Pada masa tersebut,bentuk sastra seperti syair, pantun, gurindam dan hikayat. Pada masa itu,karya sastra lebih diutamakan untuk persebaran agama,khususnya agama Islam yang pada masa itu sedang masuk ke Indonesia. Sastra pada masa Pujangga Lama berbeda pula pada masa 1945. Pada masa 1945,sastra yang bermunculan ada sastra yang berkaitan dengan nilai perjuangan. Tokoh yang terkenal pada masa itu contohnya adalah Chairil Anwar
Dari hal tersebut bisa dilihat bahwa seni yang ditunjukan adalah kondisi lingkungan atau sosial yang sedang dihadapi pada saat itu. Sastra merupakan suatu fasilitas untuk menyalurkan aspirasi pemikiran atau pandangan beberapa tokoh tentang segala aktifitas yang sedang dia atau lingkungannya alami. Budaya yang diambil adalah budaya penggunaan kata-kata ataupun majas majasnya
Tuesday, March 25, 2014
Manusia dan Kebudayaan - Tugas IBD
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak atau untuk lebih mudahnya kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adapt, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat(EB Taylor, 1832 –1917).
Dari definisi diatas,dapat digambarkan bahwa manusia sebenarnya tidak mungkin lepas dalam kehidupan manusia. Kita melakukan berbagai aktifitas pasti ada unsur kebudayaannya contohlah seperti masuk sekolah yang tidak boleh telat,jika telat pasti akan ada sanksinya. Kegiatan memberikan sanksi inilah bisa disebut juga dengan penegasan kebudayaan,kenapa? agar dibiasakan untuk bangun pagi dan bisa memulai aktivitas pada pagi hari karena nantinya pada dunia kerja,kita harus berangkat pagi ke kantor pagi hari. Hal tersebut termasuk dalam kebudayaan yang bersifat adaptasi. Ada pula contoh lainnya yaitu ketika sedang ingin memancing ikan. Pada saat memancing,kita membutuhkan suatu alat yang bernama pancingan ikan atau tidak suatu jaring. Mengapa kita menggunakan benda tersebut untuk memancing dan tidak menggunakan alat lain yang baru? Karena dahulu kala nenek moyang kita menemukan alat pancing dan secara turun temurun orang-orang menggunakan alat pancing tersebut karena dinilai berhasil dan efisien untuk digunakan,dalam hal ini bisa dibilang pula kebudayaan sebagai ilmu pengetahuan. Contoh lain lagi adalah saat kita berkunjung kerumah orang lain,kita terbiasa mengucapkan salam sebelum masuk kerumahnya,hal tersebut tanpa disadari adalah suatu bentuk budaya dimana setiap kali kita berkunjung,kita harus mengucapkan salam.
Kaitan antara manusia dan kebudayaan itu sungguh erat,dimana seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa kebudayaan itu berada di setiap kehidupan kita sehari hari,dia mencakup keseluruhan hal dalam hidup manusia walaupun bisa dibilang abstrak karena tanpa kita sadari hal yang kita lakukan itu sebenarnya adalah suatu budaya. Kebudayaan tidak akan mungkin hilang dari kehidupan manusia karena jika suatu budaya lama hilang karena tergantikan dengan sesuatu hal yang baru,maka hal baru inilah yang akan menjadi budaya contohnya adalah jaman dahulu orang sering mengirim surat untuk berkirim kabar dengan sanak saudara atau teman,namun dijaman sekarang kita hanya perlu mengirim pesan lewat SMS yang bisa kita lakukan dari handphone kita atau bahkan kita bisa melakukan chat yang lebih efisien dibanding mengirim surat karena kita harus menulis suratnya dahulu,kemudian membeli perangko dan pergi ke kantor pos untuk mengirim surat tersebut. Jadi,hubungan manusia dan kebudayaan itu tidak mungkin habis,sampai akhir jaman pun pasti akan ada suatu kebudayaan di dalam suatu masyarakat. Manusia membutuhkan suatu kebudayaan agar hidupnya lebih harmonis atau tentram.
Dari definisi diatas,dapat digambarkan bahwa manusia sebenarnya tidak mungkin lepas dalam kehidupan manusia. Kita melakukan berbagai aktifitas pasti ada unsur kebudayaannya contohlah seperti masuk sekolah yang tidak boleh telat,jika telat pasti akan ada sanksinya. Kegiatan memberikan sanksi inilah bisa disebut juga dengan penegasan kebudayaan,kenapa? agar dibiasakan untuk bangun pagi dan bisa memulai aktivitas pada pagi hari karena nantinya pada dunia kerja,kita harus berangkat pagi ke kantor pagi hari. Hal tersebut termasuk dalam kebudayaan yang bersifat adaptasi. Ada pula contoh lainnya yaitu ketika sedang ingin memancing ikan. Pada saat memancing,kita membutuhkan suatu alat yang bernama pancingan ikan atau tidak suatu jaring. Mengapa kita menggunakan benda tersebut untuk memancing dan tidak menggunakan alat lain yang baru? Karena dahulu kala nenek moyang kita menemukan alat pancing dan secara turun temurun orang-orang menggunakan alat pancing tersebut karena dinilai berhasil dan efisien untuk digunakan,dalam hal ini bisa dibilang pula kebudayaan sebagai ilmu pengetahuan. Contoh lain lagi adalah saat kita berkunjung kerumah orang lain,kita terbiasa mengucapkan salam sebelum masuk kerumahnya,hal tersebut tanpa disadari adalah suatu bentuk budaya dimana setiap kali kita berkunjung,kita harus mengucapkan salam.
Kaitan antara manusia dan kebudayaan itu sungguh erat,dimana seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa kebudayaan itu berada di setiap kehidupan kita sehari hari,dia mencakup keseluruhan hal dalam hidup manusia walaupun bisa dibilang abstrak karena tanpa kita sadari hal yang kita lakukan itu sebenarnya adalah suatu budaya. Kebudayaan tidak akan mungkin hilang dari kehidupan manusia karena jika suatu budaya lama hilang karena tergantikan dengan sesuatu hal yang baru,maka hal baru inilah yang akan menjadi budaya contohnya adalah jaman dahulu orang sering mengirim surat untuk berkirim kabar dengan sanak saudara atau teman,namun dijaman sekarang kita hanya perlu mengirim pesan lewat SMS yang bisa kita lakukan dari handphone kita atau bahkan kita bisa melakukan chat yang lebih efisien dibanding mengirim surat karena kita harus menulis suratnya dahulu,kemudian membeli perangko dan pergi ke kantor pos untuk mengirim surat tersebut. Jadi,hubungan manusia dan kebudayaan itu tidak mungkin habis,sampai akhir jaman pun pasti akan ada suatu kebudayaan di dalam suatu masyarakat. Manusia membutuhkan suatu kebudayaan agar hidupnya lebih harmonis atau tentram.
Saturday, November 30, 2013
Tugas Ilmu Sosial Dasar 6, Pelapisan sosial dan kesamaan derajat
Jika membicarakan Pelapisan sosial dan kesamaan derajat,tentu diseluruh negeri ada kasus mengenai hal tersebut namun saya akan ambil contoh di Indonesia. Pada zaman kerajaan dahulu,di lingkungan sosial terbagi menjadi bebearapa kasta. kasta ini sama halnya dengan kesamaan derajat seperti kaum bangsawan,kaum golongan menengah,dan kaum golongan bawah. perbedaan ini menunjukan tingkatan kedudukan mereka di lingkungan sosial. tentunya yang paling atas adalah yang paling dihormati. tindakan perlakuannya sangat berbeda. Pelapisan sosial dan kesamaan derajat tersebut tidak hanya terjadi pada zaman dahulu kala namun sampai masa kini juga masih sering ditemukan hal-hal seperti itu.
Salah satu contoh yang sering saya lihat adalah mengenai kasus yang ada sangkut pautnya dengan pelapisan sosial adalah hak akan kesehatan. ada suatu program kesehatan bagi kalangan miskin yang disebut dengan kartu ASKES (kartu Asuransi Sehat),kartu tersebut berguna untuk memperbolehkan sang pasien yang miskin tersebut untuk dapat berobat secara gratis. namun pada praktek lapangannya,masyarakat miskin yang menggunakan kartu ASKES ini sering ditolak berobat oleh pihak rumah sakit,sementara jika kaum berada,tentu mereka boleh berobat dikarenakan mereka membayar. sungguh sayang karena fungsi dari kartu ASKES tersebut tidak berjalan dengan baik. kasus lain adalah kesamaan derajat adalah paham dahulu yang mengenai perempuan tidak boleh pulang kerja malam dikarenakan prasangka buruk yang tidak baik,padahal niat wanita yang bekerja itu baik adanya,yaitu mencari nafkah,bekerja sampai malam,untuk menghidupi dirinya sendiri. berbeda dengan kaum pria yang memang sudah lazim saja jika pulang kerja malam. perbedaan pandangan inilah yang membuat kesamaan derajat mereka sebagai bekerja menjadi berbeda,namun untungnya paham seperti itu sudah mulai menghilang dari masyarakat sehingga tidak terlalu dipermasalahkan kembali. Ada juga kasus lain yang tidak selamanya buruk yaitu contohnya adalah dikelas. ada yang pintar dan ada yang kurang pintar. biasanya jika anak yang kurang pintar tersadar dan bergaul dengan anak yang kurang pintar,maka dia akan memotivasi dirinya untuk bisa sejajar dengan yang pintar.
Maka dari itu,Pelapisan Sosial maupun kesamaan derajat harus ditanggapi dengan baik dan apabila memang tidak bisa diperlakukan secara sama,berilah suatu ruang agar mereka,kaum golongan bawah,mempunyai akses yang sama dengan kaum diatasnya
Salah satu contoh yang sering saya lihat adalah mengenai kasus yang ada sangkut pautnya dengan pelapisan sosial adalah hak akan kesehatan. ada suatu program kesehatan bagi kalangan miskin yang disebut dengan kartu ASKES (kartu Asuransi Sehat),kartu tersebut berguna untuk memperbolehkan sang pasien yang miskin tersebut untuk dapat berobat secara gratis. namun pada praktek lapangannya,masyarakat miskin yang menggunakan kartu ASKES ini sering ditolak berobat oleh pihak rumah sakit,sementara jika kaum berada,tentu mereka boleh berobat dikarenakan mereka membayar. sungguh sayang karena fungsi dari kartu ASKES tersebut tidak berjalan dengan baik. kasus lain adalah kesamaan derajat adalah paham dahulu yang mengenai perempuan tidak boleh pulang kerja malam dikarenakan prasangka buruk yang tidak baik,padahal niat wanita yang bekerja itu baik adanya,yaitu mencari nafkah,bekerja sampai malam,untuk menghidupi dirinya sendiri. berbeda dengan kaum pria yang memang sudah lazim saja jika pulang kerja malam. perbedaan pandangan inilah yang membuat kesamaan derajat mereka sebagai bekerja menjadi berbeda,namun untungnya paham seperti itu sudah mulai menghilang dari masyarakat sehingga tidak terlalu dipermasalahkan kembali. Ada juga kasus lain yang tidak selamanya buruk yaitu contohnya adalah dikelas. ada yang pintar dan ada yang kurang pintar. biasanya jika anak yang kurang pintar tersadar dan bergaul dengan anak yang kurang pintar,maka dia akan memotivasi dirinya untuk bisa sejajar dengan yang pintar.
Maka dari itu,Pelapisan Sosial maupun kesamaan derajat harus ditanggapi dengan baik dan apabila memang tidak bisa diperlakukan secara sama,berilah suatu ruang agar mereka,kaum golongan bawah,mempunyai akses yang sama dengan kaum diatasnya
Friday, November 29, 2013
Tugas Ilmu Sosial Dasar 10. Agama dan Masyarakat
Di dunia ini banyak sekali manusia yang hidup,masing masing dari mereka memeluk agama yang berbeda beda. apakah anda mengetahui arti agama itu sendiri? agama dapat diartikan sebagai sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. dengan kata lain,Agama dapat bersifat mengikat dan "menempel" pada masing masing individu. Ada 5 agama besar yang ada di dunia yaitu Islam,Kristen,Katolik,Hindu, dan Budha.
Walau terdapat banyak agama,namun tidak agama yang mengajarkan hal hal yang buruk itu dapat dilakukan,pasti seluruh agama mengajarkan hal hal yang baik untuk di dunia. di masa kini,ada beberapa kalangan yang memandang sebelah mata beberapa komunitas pemeluk agama tertentu. contoh saja adalah belum lama ini terdapat kasus pembakaran gereja oleh beberapa oknum yang diduga pemeluk agama Islam. Secara logika,seharusnya mereka tidak melakukan hal tersebut,namun untuk kaum yang seperti ini dapat dikatakan sebagai kaum ekstrimis. kaum ekstrimis itu adalah kaum yang memandang suatu agama terlalu keras ataupun terlalu fanatik.contohnya adalah agama Islam karena saya pribadi pemeluk agama tersebut. Dalam agama Islam,sering diajarkan kalau orang yang diluar agama dapat dikatakan sebagai kafir. mungkin karena ajaran yang seperti itulah maka ada beberapa agama yang bersikap ekstrim
seharusnya,dengan adanya perbedaan justru menguatkan dan mengajarkan kita bahwa kita harus menghargai suatu perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan. Dalam setiap agama juga mengajarkan pastinya bahwa kita harus menghargai masing masing agama yang ada. Jika hal-hal seperti kejadian ekstrimis seperti contoh yang disebutkan diatas terus terjadi,maka bisa saja bahwa nanti akan ada peperangan yang didasarkan pada perbedaan agama,seperti perang salib pada jaman dahulu.
Walau terdapat banyak agama,namun tidak agama yang mengajarkan hal hal yang buruk itu dapat dilakukan,pasti seluruh agama mengajarkan hal hal yang baik untuk di dunia. di masa kini,ada beberapa kalangan yang memandang sebelah mata beberapa komunitas pemeluk agama tertentu. contoh saja adalah belum lama ini terdapat kasus pembakaran gereja oleh beberapa oknum yang diduga pemeluk agama Islam. Secara logika,seharusnya mereka tidak melakukan hal tersebut,namun untuk kaum yang seperti ini dapat dikatakan sebagai kaum ekstrimis. kaum ekstrimis itu adalah kaum yang memandang suatu agama terlalu keras ataupun terlalu fanatik.contohnya adalah agama Islam karena saya pribadi pemeluk agama tersebut. Dalam agama Islam,sering diajarkan kalau orang yang diluar agama dapat dikatakan sebagai kafir. mungkin karena ajaran yang seperti itulah maka ada beberapa agama yang bersikap ekstrim
seharusnya,dengan adanya perbedaan justru menguatkan dan mengajarkan kita bahwa kita harus menghargai suatu perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan. Dalam setiap agama juga mengajarkan pastinya bahwa kita harus menghargai masing masing agama yang ada. Jika hal-hal seperti kejadian ekstrimis seperti contoh yang disebutkan diatas terus terjadi,maka bisa saja bahwa nanti akan ada peperangan yang didasarkan pada perbedaan agama,seperti perang salib pada jaman dahulu.
Thursday, November 28, 2013
Tugas Ilmu Sosial Dasar 3 . Individu keluarga dan Masyarakat
Latar Belakang
Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas di banding jenis mahluk lain ciptaan Tuhan. Untuk menghidupi kebutuhannya manusia membutuhkan mahluk lain. Seandainya ada manusia yang beranggapan bahwa dia dapat hidup sendiri maka itu tidak mungkin. Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial.
Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial,manusia tidak dapat berdiri sendiri atau hidup sendiri. Ia merupakan “Soon Politikon” , manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga, dan masyarakat. Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagai sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mahluk Sebagai Individu
Individu adalah unit terkecil dari suatu masyarakat. Dalam kajian ilmu sosial,Individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dibagi kembali menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh,dalam satu keluarga,terdiri dari Ayah,Ibu,dan juga anak-anak. Diri mereka masing-masing inilah yang disebut individu. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
Keluarga
Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,memilik keterikatan antar sesama dan kewajiban antar sesama. Untuk lebih detailnya, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Masing-masing anggota keluarga mempunyai peran yang berbeda. Ayah mempunyai peran sebagai kepala keluarga dan juga seorang ayah harus menafkahi anggota keluarganya. Peran ibu sebagai istri dan juga tentunya ibu dari anak-anaknya mempunyai peran mengurus rumah tangga,mengasuh dan mendidik anak,sebagai pelindung,dan juga dapat membantu mencari nafkah untuk tambahan keluarga,namun tidak wajib. Seorang anak mempunyai peranan yaitu belajar,membantu orang tua,dan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Keluarga juga mempunyai fungsi,fungsi-fungsinya adalah:
1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Masyarakat
Sama seperti bahasan sebelumnya,masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian namun masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Masalah Sosial Yang Ada Di Masyarakat
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis klasifikasi, yakni antara lain:
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan,pengangguran,dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian,kenakalan remaja,dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular,keracunan makanan,dsb.
4. Faktor Pshikologis : Penyakit syaraf,aliran sesat,dsb.
Ada pula masalah sosial penting yang sering kita jumpai beserta dampak yang diberikan yaitu:
1. Kemiskinan
Suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Dampaknya bagi masyarakat adalah kriminalitas meningkat, kelaparan, munculnya berbagai penyakit pada kelompok resiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan orang lanjut usia.
2. Peperangan
Merupakan satu bentuk pertentangan dan juga suatu lembaga kemasyarakatan. Peperangan merupakan bentuk pertentangan yang setiap kali diakhiri dengan suatu akomodasi.
Dampaknya adalah disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang ke luar sebagai pemenang, apalagi bagi negara yang takluk sebagai si kalah. Apalagi peperangan biasanya perang total, yaitu dimana tidak hanya angkatan bersenjata yang bersangkut, tetapi seluruh lapisan masyarakat, banyak memakan korban serta penderitaan fisik dan bathin.
3. Kenakalan Remaja
Keinginan untuk melawan (misalnya dalam bentuk radikalisme, delinkuensi,dsb), dan sikap apatis (misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua).
Dampak dari kenakalan remaja ini adalah merugikan fisik dan mental bagi diri sendiri, membuat resah masyarakat,membuat khawatir keluarga, keberadaan masyarakat tdak dihargai.
4. Birokrasi
Merupakan organisasi yang bersifat hierarkis yang ditetapkan secara rasional untuk mengordinasikan pekerjaan orang-orang untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas administratif.
Dalam karangan Max Weber, yang berjudul ‘Some Consequences of Bureaueratization’ dalam buku Sociological Theoty, mengemukakan kekhawatirannya akan akibat perkembangan birokarsi yang sangat pesat, karena didalam birokarsi, setiap petugas mendapat tempat tertentu yang tetap, ibarat sebuah roda bergigi dalam sebuah mesin. Apabila manusia tadi sadar akan kedudukannya, dia akan berusaha untuk menjadi roda untuk seluruh mesin. Gejala tersebut disebabkan manusia terlalu mendambakan suatu tata tertib sehingga apabila tata tertib tidak ada, dia akan kehilangan pegangannya.
5. Disorganisasi Keluarga
Yaitu suatu perpecahan dalam keluarga sebagai unit, oleh karena anggota-anggotanya keluarga tersebut gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.
Dampak dari disorganisasi keluarga adalah perceraian dan kenakalan remaja akibat tidak adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Penyelesaian Masalah
Dalam permasalahan seperti ini,diperlukan metode-metode yang bersifat preventif dan represif. Metode yang preventif biasanya lebih sulit karena diperlukan suatu pencaharian atau penelitian mengenai apa yang menyebabkan masalah sosial tersebut terjadi. Metode represif lebih banyak digunakan. Artinya, setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai masalah sosial, baru diambil tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Di dalam mengatasi masalah sosial, tidaklah semata-mata melihat aspek sosiologis, tetapi juga aspek-aspek lainnya. Dengan demikian, diperlukan suatu kerja sama antara ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi tadi
Kesimpulan
Dari keterangan diatas,bisa diambil kesimpulan bahwa gejala sosial timbul dari kejadian abnormal yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dapat berasal dari dirinya sendiri,keluarga,dan juga lingkungan dimana ia berada.
Semua masalah tersebut dapat diselesaikan atau diperbaikin dengan adanya pemahaman yang baik pada inti atau sumber dari masalah itu sendiri.
Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas di banding jenis mahluk lain ciptaan Tuhan. Untuk menghidupi kebutuhannya manusia membutuhkan mahluk lain. Seandainya ada manusia yang beranggapan bahwa dia dapat hidup sendiri maka itu tidak mungkin. Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial.
Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial,manusia tidak dapat berdiri sendiri atau hidup sendiri. Ia merupakan “Soon Politikon” , manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga, dan masyarakat. Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagai sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mahluk Sebagai Individu
Individu adalah unit terkecil dari suatu masyarakat. Dalam kajian ilmu sosial,Individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dibagi kembali menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh,dalam satu keluarga,terdiri dari Ayah,Ibu,dan juga anak-anak. Diri mereka masing-masing inilah yang disebut individu. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
Keluarga
Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,memilik keterikatan antar sesama dan kewajiban antar sesama. Untuk lebih detailnya, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Masing-masing anggota keluarga mempunyai peran yang berbeda. Ayah mempunyai peran sebagai kepala keluarga dan juga seorang ayah harus menafkahi anggota keluarganya. Peran ibu sebagai istri dan juga tentunya ibu dari anak-anaknya mempunyai peran mengurus rumah tangga,mengasuh dan mendidik anak,sebagai pelindung,dan juga dapat membantu mencari nafkah untuk tambahan keluarga,namun tidak wajib. Seorang anak mempunyai peranan yaitu belajar,membantu orang tua,dan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Keluarga juga mempunyai fungsi,fungsi-fungsinya adalah:
1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Masyarakat
Sama seperti bahasan sebelumnya,masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian namun masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Masalah Sosial Yang Ada Di Masyarakat
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis klasifikasi, yakni antara lain:
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan,pengangguran,dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian,kenakalan remaja,dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular,keracunan makanan,dsb.
4. Faktor Pshikologis : Penyakit syaraf,aliran sesat,dsb.
Ada pula masalah sosial penting yang sering kita jumpai beserta dampak yang diberikan yaitu:
1. Kemiskinan
Suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Dampaknya bagi masyarakat adalah kriminalitas meningkat, kelaparan, munculnya berbagai penyakit pada kelompok resiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan orang lanjut usia.
2. Peperangan
Merupakan satu bentuk pertentangan dan juga suatu lembaga kemasyarakatan. Peperangan merupakan bentuk pertentangan yang setiap kali diakhiri dengan suatu akomodasi.
Dampaknya adalah disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang ke luar sebagai pemenang, apalagi bagi negara yang takluk sebagai si kalah. Apalagi peperangan biasanya perang total, yaitu dimana tidak hanya angkatan bersenjata yang bersangkut, tetapi seluruh lapisan masyarakat, banyak memakan korban serta penderitaan fisik dan bathin.
3. Kenakalan Remaja
Keinginan untuk melawan (misalnya dalam bentuk radikalisme, delinkuensi,dsb), dan sikap apatis (misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua).
Dampak dari kenakalan remaja ini adalah merugikan fisik dan mental bagi diri sendiri, membuat resah masyarakat,membuat khawatir keluarga, keberadaan masyarakat tdak dihargai.
4. Birokrasi
Merupakan organisasi yang bersifat hierarkis yang ditetapkan secara rasional untuk mengordinasikan pekerjaan orang-orang untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas administratif.
Dalam karangan Max Weber, yang berjudul ‘Some Consequences of Bureaueratization’ dalam buku Sociological Theoty, mengemukakan kekhawatirannya akan akibat perkembangan birokarsi yang sangat pesat, karena didalam birokarsi, setiap petugas mendapat tempat tertentu yang tetap, ibarat sebuah roda bergigi dalam sebuah mesin. Apabila manusia tadi sadar akan kedudukannya, dia akan berusaha untuk menjadi roda untuk seluruh mesin. Gejala tersebut disebabkan manusia terlalu mendambakan suatu tata tertib sehingga apabila tata tertib tidak ada, dia akan kehilangan pegangannya.
5. Disorganisasi Keluarga
Yaitu suatu perpecahan dalam keluarga sebagai unit, oleh karena anggota-anggotanya keluarga tersebut gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.
Dampak dari disorganisasi keluarga adalah perceraian dan kenakalan remaja akibat tidak adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Penyelesaian Masalah
Dalam permasalahan seperti ini,diperlukan metode-metode yang bersifat preventif dan represif. Metode yang preventif biasanya lebih sulit karena diperlukan suatu pencaharian atau penelitian mengenai apa yang menyebabkan masalah sosial tersebut terjadi. Metode represif lebih banyak digunakan. Artinya, setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai masalah sosial, baru diambil tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Di dalam mengatasi masalah sosial, tidaklah semata-mata melihat aspek sosiologis, tetapi juga aspek-aspek lainnya. Dengan demikian, diperlukan suatu kerja sama antara ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi tadi
Kesimpulan
Dari keterangan diatas,bisa diambil kesimpulan bahwa gejala sosial timbul dari kejadian abnormal yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dapat berasal dari dirinya sendiri,keluarga,dan juga lingkungan dimana ia berada.
Semua masalah tersebut dapat diselesaikan atau diperbaikin dengan adanya pemahaman yang baik pada inti atau sumber dari masalah itu sendiri.
Tugas Ilmu Sosial Dasar 2. Penduduk,masyarakat dan kebudayaan
Hallo semuanya,kali ini saya ingin membahas mengenai suatu hal yang juga menjadi tugas dari Universitas dimana saya menuntut ilmu. tugasnya yaitu mengenai "Penduduk,Masyarakat,dan Kebudayaan". Saya akan membagikan info yang menjadi tugas ini kepada para blogger semua berdasarkan dari berbagai sumber yang saya dapatkan.
Penduduk,jika kita mendengar kata penduduk apa sih yang terbayangkan? Negara? atau masyarakat? Nah,berdasarkan info yang saya dapatkan dari Wikipedia.com,Penduduk atau juga yang bisa disebut warga merupakan sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.Lalu apa yang membedakan penduduk dengan masyarakat? Masyarakat ruang lingkupnya lebih kecil,merupakan sekumpulan manusia yang membentuk suatu komunitas. Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani,sekelompok orang dapat disebut sebagai masyarakat jika memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Contohnya sebagai berikut:
a.Penduduk: Penduduk Indonesia,Penduduk Amerika,Penduduk Jepang
b. Warga : Warga Nelayan,Warga satu agama
kembali lagi ke Penduduk,berikut ini saya membuat Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel
Jika saya Tabelkan,maka Perkembangan Penduduk Dunia kiranya seperti ini:
bisa dilihat disini bahwa perkembangan penduduk begitu pesat dimasing masing negara yang saya berikan contohnya digambar tersebut,hampir dua kalilipat,bahkan secara dunia sudah tiga kalilipat.
II. Penggandaan Penduduk Dunia
berikut ini adalah tabel penggandaan penduduk dunia(dikutip dari http://febrinasrinatasa.wordpress.com/2012/10/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk/)

data diatas bersumber dari Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
III. Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Adapun Faktor-Faktor Demografi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu
a) Kematian
Kematian bersifat,yang tentunya mengurangi jumlah penduduk. Didalam faktor kematian ini ada juga faktor pendukung kematian (pro Mortalitas) dan penghambat kematian (anti mortalitas)
b) Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Didalam faktor kelahiran ini ada juga faktor pendukung kelahiran (pro natalitas) dan penghambat kelahiran (anti natalitas)
IV. Rumus untuk menghitung kematian dan kelahiran
Berkaitan dengan faktor kematian dan kelahiran,berikut ini adalah rumus untuk menghitung kematian dan kelahiran
Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Ket :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Angka Kelahiran
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
a) Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x K
Ket :
CBR = Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
K = Bilangan konstan 1000
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
b) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx = Bx/Pfx x k
Ket :
ASFRx = Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx = Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx = Jumlah wanita pada kelompok umur x
K = Bilangan konstan 1000
X = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
V. Migrasi
V.I Pengertian Migrasi
Migrasi adalah perpindahan dari satu tempat ketempat yang lain,entah itu dalam negeri (Internal) atau luar negeri (Internasional). Migrasi juga dapat dikatakan sebagai perpindahan permanen dari satu daerah ke daerah yang lain. Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Tinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata.
Migrasi merupakan salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi. Migrasi bersama dengan dua komponen lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu wilayah.
V.II Macam-Macam Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
V.III Proses Migrasi
Proses Migrasi Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
1. Dalam memilih daerah tujuan para imigran cenderung memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal
2. Kurangnya kesempatan kerja didaerah asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk
3. Informasi yang positif dari sanak saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi
4. Informasi yang negatif yang dating ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi
5. Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
6. Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
7. Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut
8. Migrasi masih akan terjadi apabila di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll)
9. Orang yang berumur muda dan belum berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin
10.Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk
V.IV Akibat Migrasi
Dampak Positif Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
Dampak Negatif Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila kita menerimanya begitu saja tanpa menyaring mana yang baik dan mana yang buruk maka hal tersebut dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baik seperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan Keamanan nasional yang tinggi .
3. Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri .
4. Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.
V.V Jenis Struktur Penduduk
berikut ini adalah Jenis struktur penduduk
a) Struktur Piramida Muda
Struktur piramida muda menggambarkan kondisi suatu penduduk sedang dalam pertumbuhan dan berkembang.

b) Struktur Piramida Stationer
Struktur piramida stationer menggambarkan kondisi kependudukan yang tetap karena tingkat kematian dan kelahiran tidaklah terlalu tinggi

c) Struktur Piramida Tua
Struktur Piramida ini menggambarkan kondisi suatu penduduk dengan tingkat kematian yang sangat kecil

Rasio ketergantungan
Yang dimaksud dengan rasio ketergantungan adalah adalah perbandingan antara usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun keatas) dengan usia produktif (15-64). Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.
Wednesday, November 27, 2013
Tugas Ilmu sosial dasar 9. IPTEK dan Kemiskinan
Di era yang maju ini,hampir segala hal dikaitkan dengan teknologi digital dan hal tersebut berkaitan dengan ilmu pengetahuan teknologi atau yang biasa kita sebut sebagai IPTEK. sebagai manusia yang lahir dan hidup di era serba maju atau digital ini,maka ada baiknya kita perlu menguasai atau mengetahui beberapa hal IPTEK agar kita dapat menggunakan perangkat teknologi dengan baik.
kemajuan teknologi yang beredar sekarang tentunya membawa kemajuan di berbagai sektor,contohnya adalah pengiriman uang. Jaman dahulu untuk mengirimkan uang,kita hanya dapat menggunakan jasa layanan Pos namun sekarang berkat kemajuan teknologi komunikasi,pengiriman uang tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya melalui ATM,bahkan jika malas keluar rumah kita dapat mengandalkan layanan mobile banking dari bank tempat kita menabung. contoh lain adalah dalam sektor Pendidikan. dengan menggunakan teknologi komputer,maka untuk mengkoreksi jawaban dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. jadi dapat dilihat bahwa kemajuan teknologi itu diperuntukan untuk memudahkan kita melakukan berbagai macam hal. Namun disisi lain ada pula dampak negatif dari kemajuan teknologi ini yaitu contohnya pada sektor industri atau pabrik,kebanyakan sumber daya manusia sudah mulai beralih ke suatu sumber yang saya sebut sumber daya robot. Hal ini tentu merugikan para pekerja karena dengan digantikannya mereka dengan para robot maka mereka akan jadi pengangguran dan tingkat pengangguran akan meningkat. walaupun niatnya perusahaan mungkin baik yaitu untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja namun hal tersebut tidak dapat dianggap baik sepenuhnya. contoh lain adalah pada tempat parkir dimana bagian ticketing tempat parkir untuk masuknya sudah menggunakan teknologi robot.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemajuan IPTEK memang sangatlah penting,kita perlu mempelajari agar kita tidak ketinggalan zaman. Namun ada baiknya jika kita menyaring semua ilmu itu,tidak semena-mena melupakan kemungkinan dampak negatif yang dapat dihasilkan karena seperti contoh diatas,penggunaan teknologi yang maju dapat menyebabkan pengangguran dan juga dapat meningkatkan tingkat kemiskinan yang ada.
kemajuan teknologi yang beredar sekarang tentunya membawa kemajuan di berbagai sektor,contohnya adalah pengiriman uang. Jaman dahulu untuk mengirimkan uang,kita hanya dapat menggunakan jasa layanan Pos namun sekarang berkat kemajuan teknologi komunikasi,pengiriman uang tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya melalui ATM,bahkan jika malas keluar rumah kita dapat mengandalkan layanan mobile banking dari bank tempat kita menabung. contoh lain adalah dalam sektor Pendidikan. dengan menggunakan teknologi komputer,maka untuk mengkoreksi jawaban dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. jadi dapat dilihat bahwa kemajuan teknologi itu diperuntukan untuk memudahkan kita melakukan berbagai macam hal. Namun disisi lain ada pula dampak negatif dari kemajuan teknologi ini yaitu contohnya pada sektor industri atau pabrik,kebanyakan sumber daya manusia sudah mulai beralih ke suatu sumber yang saya sebut sumber daya robot. Hal ini tentu merugikan para pekerja karena dengan digantikannya mereka dengan para robot maka mereka akan jadi pengangguran dan tingkat pengangguran akan meningkat. walaupun niatnya perusahaan mungkin baik yaitu untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja namun hal tersebut tidak dapat dianggap baik sepenuhnya. contoh lain adalah pada tempat parkir dimana bagian ticketing tempat parkir untuk masuknya sudah menggunakan teknologi robot.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemajuan IPTEK memang sangatlah penting,kita perlu mempelajari agar kita tidak ketinggalan zaman. Namun ada baiknya jika kita menyaring semua ilmu itu,tidak semena-mena melupakan kemungkinan dampak negatif yang dapat dihasilkan karena seperti contoh diatas,penggunaan teknologi yang maju dapat menyebabkan pengangguran dan juga dapat meningkatkan tingkat kemiskinan yang ada.
Subscribe to:
Comments (Atom)
